Porosinformasi.com – Buli _ PT Aneka Tambang Tbk UBPN Maluku Utara adalah salah satu dari sekian unit ANTAM yang menerima Penghargaan Prestasi Keberhasilan Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik di Tahun 2022.
Penghargaan yang diserahkan oleh Direktur Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Dr. Ir. Ediar Usman, MT., diacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-77 yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia pada kamis, 29 September Tahun 2022.

Penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi atas partisipasi ANTAM yang konsisten dalam menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik agar kegiatan pertambangan yang dilakukan
berjalan baik, optimal dan efisien dengan mengutamakan keselamatan dan berwawasan lingkungan.
Direktur Operasi dan Produksi ANTAM, I Dewa Wirantaya mengatakan “Penghargaan yang diterima Perusahaan ini adalah wujud apresiasi dari Pemerintah, yang juga merupakan refleksi atas pelaksanaan komitmen ANTAM dalam implementasi tata kelola kegiatan operasional Perusahaan yang baik dan benar (Good Mining Practices).
“ANTAM terus berkomitmen dalam menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik, optimal, efisien, mengutamakan keselamatan dan berwawasan lingkungan, serta mampu memberikan manfaat sebanyak banyaknya bagi masyarakat.” Tahun ini, ANTAM meraih sebelas penghargaan dalam berbagai kategori pada penghargaan ini melalui Unit Bisnis dan Entitas Anak Perusahaan. Khusus untuk PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara meraih penghargaan peringkat Pratama untuk kategori Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Mineral dan Batubara. tuturnya
Terpisah Business Support Senior Manager PT ANTAM Tbk UBPN Maluku Utara, Fredy Utama mengungkapkan “Dengan adanya penghargaan ini, selain sebagai komitmen perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Mineral dan Batubara juga merupakan keseriusan Perusahaan dalam menerapkan Good Mining Practices”. Termasuk penanganan teluk Moronopo, ANTAM terus berupaya melakukan penanganan endapan sedimentasi tanah yang ada dipesisir Moronopo.
Lanjut Ferdy Saat ini ANTAM masih menggunakan penyedotan sedimentasi dengan sistem geotube karena dinilai masih efektif untuk mengurangi sedimentasi yang ada dan ditargetkan minggu kedua bulan Oktober 2022 akan segera running untuk penyedotan tahap kedua sejumlah 50.000 (lima puluh ribu) Meter Kubik dengan target waktu waktu penyedotan selesai diawal tahun 2023.
Kami berharap, semoga tidak ada kendala-kendala agar progress penyedotan untuk tahap kedua ini dapat selesai sesuai _timeline_ waktu, tutup Fredy
Sebagai informasi, sampai dengan 01 Oktober 2023 sudah masuk 3 (tiga) _truck_ di Moronopo yang memobilisasi barang geotube dan 1 (satu) kontainer saat ini menuju bitung dan selanjutnya akan menuju Halmahera Timur.
Nur/red







