Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkab OKU Selatan Siapkan Jalur Alternatif bagi Pemudik

oleh -

OKU Selatan, Sumsel–Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menyiapkan sejumlah jalur alternatif di wilayah jalur mudik guna mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem. Senin (09/03/2026)

Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya intensitas hujan yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor di beberapa titik jalur lintas wilayah perbukitan di Kabupaten OKU Selatan.

Sekretaris Daerah OKU Selatan, M Rahmattullah, di Muaradua mengatakan, pemerintah daerah mulai memetakan jalur mudik menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 16 Maret 2026.

Menurutnya, fokus pengamanan tidak hanya pada kelancaran lalu lintas di pusat Kota Muaradua, tetapi juga pada potensi kerawanan bencana di jalur lintas Sumatera yang kerap terdampak cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Gelar Musda Pertama , Richard Sangadji Lanjutkan Nahkodai IKAM Haltim Periode 2022-2025

“Curah hujan yang tinggi di wilayah perbukitan menjadi faktor yang harus diantisipasi karena dapat memicu longsor maupun banjir yang berpotensi memutus akses mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi geografis OKU Selatan yang didominasi wilayah perbukitan membuat tim BPBD bersama Dinas PU-PR harus selalu siaga di sejumlah titik rawan bencana.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah telah menyiapkan jalur alternatif yang dapat digunakan masyarakat apabila jalur utama tidak dapat dilalui akibat bencana.

Baca Juga :  Indonesia Dan Amerika Joint Statement Kerjasama Ekonomi Komprehensifnsif

Selain itu, Pemkab OKU Selatan juga meningkatkan koordinasi dengan Polres OKU Selatan untuk mendirikan sejumlah pos pengamanan (Pospam) di jalur mudik. Pos tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat pemudik, tetapi juga sebagai pusat layanan kesehatan serta lokasi pemeriksaan kelayakan pengemudi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan, Heri Pramono, menyampaikan bahwa beberapa jalur mudik di wilayah tersebut telah dipetakan sebagai daerah rawan longsor saat cuaca ekstrem.

Adapun jalur yang perlu diwaspadai di antaranya jalur Muaradua menuju Kecamatan Buay Sandang Aji serta jalur Muaradua menuju kawasan wisata Danau Ranau.

Baca Juga :  Merauke Punya Cerita: Kisah Queen di IOAC 2025

“Sebagian besar jalur tersebut berada di wilayah perbukitan dan dataran tinggi yang rawan longsor, sehingga para pengendara diminta lebih berhati-hati saat melintas,” katanya.

Untuk mempercepat penanganan jika terjadi bencana, BPBD OKU Selatan juga telah mendirikan posko siaga banjir dan tanah longsor di sejumlah titik strategis.

Selain itu, ratusan personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana turut disiagakan guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.