Terus berlanjut, Kejari Kabupaten Bekasi Tetapkan Oknum Kades Tersangka Pungli PTSL

oleh -

Porosinformasi.com – Kejaksaan Negri Kabupaten Bekasi kembali menetapkan dan menahan oknum Kades yang diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kekuasaan dengan memungut biaya tidak sesuai ketentuan SKB tiga Mentri dalam penyelenggaraan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

Sebelumnya, Kejari Kabupaten Bekasi juga menahan oknum Kades Lambangsari dalam kasus yang sama.

”Pada hari Kamis tanggal 08 September 2022 sekitar pukul 21.00 WIB, penyidik Kejaksaan Negri Kabupaten Bekasi menetapkan dan kemudian menahan AR selaku Kepala Desa Cibuntu sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kekuasaan,” Kata Kasei Intel Kejaksaan Negri Cikarang, Siwi Utomo, dalam pers rilis, Senin (12/09/2022).

Baca Juga :  Kapolres Haltim Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Mandiri

AR diduga kuat, telah meminta sejumlah uang dari warganya dalam penyelenggaraan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi tahun 2021.

“Diketahui desa Cibuntu mendapat program PTSL 5800 bidang, adapun nilai pungutan bervariasi berkisar Rp 400.000,- sampai Rp.1.900.000,- total jumlah pungutan mencapai Rp.1.813.200.000,-,” Terang Siwi Utomo.

Sesuai dengan SKB 3 Mentri ,program PTSL untuk wilayah Jawa dan Bali ditetapkan sebesar Rp 150.000,-.

Baca Juga :  Patroli Jarak Jauh Cara Polres OKU Selatan Sampaikan Larangan Bakar Hutan dan Lahan

Atas pungutan yang melebihi SKB 3 mentri, AR dijerat dengan primair pasal 12 huruf e UU No 13 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

”Ini merupakan komitmen Kejaksaan Negri Kabupaten Bekasi dalam rangka mendukung instruksi Jaksa Agung RI dalam pemberantasan mafia tanah,” Kata Siwi Utomo.

Sebelumnya, Kejari Kabupaten Bekasi juga menahan oknum Kades Lambangsari dalam kasus yang sama.(Kikih/Red).

No More Posts Available.

No more pages to load.