Terkait Mantan Kepala Dinas Pertanian, Kepala BKPSDM OKU Selatan: Pemberhentian Segera di Proses

oleh -

OKU Selatan Sumsel–Mantan Kepala Dinas Pertanian, Kabupaten OKU Selatan AS segera diberhentikan sementara sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemberhentian itu dilakukan pasca AS ditahan sebagai tersangka tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

“Pasca dilakukan penahanan terhadap AS sebagai tersangka, maka ada langkah administrasi yang kita lakukan, seperti ketentuan apabila PNS itu sudah menjadi tersangka, maka dilakukan pemberhentian sementara”,jelas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) OKU Selatan Eva Nirwana.,SIP.,M.SI, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp. Sabtu (08/10/2022).

Baca Juga :  Terima Kunjungan Sekjen LBH SMSI, Kalapas Gunung Sugih Pastikan Pelayanan dan Hak Warga Binaan Terpenuhi

Dikatakan Eva, pemberhentian sementara terhadap yang bersangkutan, dilakukan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 tahun 2022 pasal 280 atas perubahan PP 11 Tahun 2017 tentang manajemen pegawai negeri sipil.

“Apabila ada PNS yang ditahan karena menjadi tersangka tindak pidana korupsi, sesuai dengan Pasal 280 Perubahan PP No.11/2017, maka PNS akan diberhentikan sementara semenjak di tahan”, ungkapnya

Lebih lanjut Eva mengatakan, proses pemberhentian sementara akan segera diproses. “Rencananya hari Senin nanti akan kita sampaikan ke Bupati”, urainya

Baca Juga :  Pemilu 2024, BKPSDM OKU Selatan Larang ASN Terlibat Politik Praktis 

Meski telah dilakukan proses pemberhentian, Eva mengatakan pihaknya belum menentukan pengganti sementara AS dari kursinya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan kabupaten OKU Selatan.

“Untuk pengganti yang bersangkutan, belum kita tentukan. Apa Plt atau siapa, belum kita bicarakan, mengingat surat pemberitahuan penahanan AS baru kita terima pada Jum’at kemarin dan surat pemberhentian akan kita sampaikan ke Bupati Senin nanti”,tegasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri OKU Selatan melakukan penahanan terhadap AS selama 20 hari kedepan di lembaga pemasyarakatan kelas IIB Muaradua pada Kamis (06/10/2022).

Baca Juga :  PT Bukit Asam Dukung Penuh Gernas Tastaba Kabupaten Muara Enim

Penahanan terhadap AS menindaklanjuti Pasal 184 ayat (1) kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tentang penetapan status tersangka. AS ditetapkan sebagai tersangka korupsi pada kegiatan pengelolaan bantuan dana bangunan rumah pengering jagung (Vertical Dryer).

Penetapan terhadap tersangka AS berdasarkan perannya selaku PPK pada pengelolaan bantuan dana bangunan rumah pengering jagung untuk 6 kelompok tani yang mengakibatkan kerugian negara mencapai 1,7 Milyar rupiah. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.