Terkait Larangan Jual 5 Jenis Obat Sirup, Dinkes OKU Selatan Awasi Apotek

oleh -

OKU Selatan Sumsel–Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran tentang larangan apotek, toko obat dan pasilitas pelayanan kesehatan untuk menjual lima macam jenis obat sirup anak yang diduga mengandung etilen glikol melebihi ambang batas.

Menindaklanjuti hal tersebut Dinas Kesehatan kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan per 21 Oktober 2022 melarang apotek dan toko obat menjual obat sirup secara bebas. Larangan ini termuat dalam surat edaran yang sifatnya sementara hingga ada surat resmi dari Kementerian Kesehatan.

Tak hanya itu Dinas Kesehatan juga melakukan sosialisasi dan edukasi kesemua fasilitas kesehatan, apotek, dan toko obat agar tak lagi menjual lima obat sirup yang mengandung etilen glikol melebihi ambang batas aman.

“Dengan adanya kasus acute kidney injury (AKI) atau gangguan ginjal akut misterius, kami melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian kepada faskes, apotek, dan toko obat,” jelas Kepala Dinas Kesehatan OKU Selatan dr Meri Astuti melalui Kepala Bidang SDK Hj.Meiliasari, S.Kep.MM, pada saat mengunjungi beberapa apotek dalam wilayah kecamatan Muaradua. Selasa (25/10/2022).

Baca Juga :  Capai Target Tahun 2023, Dinkes OKU Selatan Launching Universal Healt Coverege

Dikatakan Hj.Meiliasari, sosialisasi dan pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, TNI dan Polri ini sesuai dengan langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menemukan obat sirup yang mengandung etilen glikol melebihi ambang batas aman.

“Untuk sementara waktu, obat sirup yang etilen glikolnya melebihi ambang batas itu diduga sebagai penyebab gangguan ginjal akut misterius pada anak”,ungkapnya

Hj.Meiliasari mengungkapkan, jajarannya juga terus melakukan sosialisasi kepada petugas di faskes seperti puskesmas untuk tidak memberi resep obat sirup yang belum dinyatakan aman oleh BPOM dan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga :  Sebagian OPD Haltim Belum Terima TTP, Ini Kendalanya

“Selain faskes, apotek dan toko obat yang kita kunjungi hari ini dimintai untuk memisahkan semua obat persediaan sirup yang dilarang oleh BPOM dan tidak menjualnya ke masyarakat,” ungkap dia.

Menurut Mei sapaan akrab Hj.Meiliasari puluhan apotik dan toko obat di kabupaten OKU Selatan masuk pengawasan Dinas Kesehatan kabupaten OKU Selatan.

“Secara keseluruhan, apotek dan toko obat itu berada di dalam pengawasan yang ketat. Sudah ada yang kami lakukan pembinaan, tapi belum semua dan ini masih berjalan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, BPOM telah memerintahkan industri farmasi pemilik izin edar untuk menarik dan memusnahkan kelima obat sirup yang etilen glikolnya melebihi ambang batas itu.

Adapun daftar 5 obat sirup yang yang dilarang dan segera ditarik peredarannya oleh BPOM yakni.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIB Muaradua dan Dinkes OKU Selatan Berkolaborasi Jaga Kesehatan Warga Binaan

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml.

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml.

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.