Sidang Korupsi Mantan Kadin Pertanian OKU Selatan, Hakim Minta Jaksa Jadikan Saksi Sebagai Tersangka

oleh -

OKU Selatan Sumsel–Majelis Hakim Tipikor PN Palembang kembali dibuat geram pada sidang perkara dugaan tindak pidan korupsi alat pengering padi dan jagung (vertikal dryer) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan JPU Kejari OKU Selatan, Jum’at (25/11/2022).

Salah satu saksi selaku pengawas pelaksanaan kegiatan pembangunan gedung Vertical Dryer, bernama Aswan Maulana, memberikan keterangan berbelit-belit di persidangan. Alhasil, hakim menilai saksi turut terlibat dalam korupsi vertikal dryer dan meminta jaksa untuk menjadikannya sebagai tersangka.

“Hal sepele seperti inilah penyebab awal terjadinya tindak pidana korupsi. Saksi ditunjuk sebagai pengawas justru tidak mengerjakan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya tugas pengawas, Tolong pak jaksa jadikan saksi ini juga sebagai tersangka”,tegur hakim ketua H. Sahlan Effendi.,SH.,MH.

Semula, saksi Aswan Maulana yang merupakan ASN pada Dinas PU Kabupaten OKU Selatan, mengakui dirinya ditunjuk oleh pihak Dinas PU sebagai pengawas kegiatan pembangunan gedung Vertical Dryer untuk para kelompok tani di Kabupaten OKU Selatan tahun 2018, tanpa adanya SK penunjukan pengawas dari pihak Dinas PU

Baca Juga :  Vonis 5 Tahun 6 Bulan Penjara Mantan Kadin Pertanian OKU Selatan, Sesuai Tuntutan Jaksa

Namun, saat ditunjukkan barang bukti berupa SK penunjukan oleh JPU, saksi Aswan Maulana barulah mengakui adanya SK penunjukan tersebut yang diberikan oleh salah satu terdakwa atas nama Firmansyah.

Diakui juga oleh saksi Aswan Maulana, dalam melaksanakan tugas sebagai pengawas lapangan hanya satu kali turun melihat progres selama pembangunan gedung alat pengering padi dan jagung, sewaktu masih dalam tahap awal pengerjaan.

Selain itu, terhadap tugas pokoknya sebagai pengawas kegiatan, saksi Marwan tidak pernah membuat laporan pengerjaan fisik pembangunan secara tertulis, hanya melaporkan secara lisan saja kepada atasannya, dan itu sudah biasa dilakukan dilingkungan dinas PU.

Menurut majelis hakim, pegawai atau ASN seperti saksi Aswan Maulana seharusnya sudah tahu dan mengerti tugas pokok sebagai pengawas itu seperti apa, yang justru akibat kurangnya pengawasan akibatnya pembangunan perumahan pengeringan padi dan jagung (Vertikal Dryer) terbengkalai serta mengakibatkan kerugian negara.

Baca Juga :  Anggota Komisi I DPR Dukung Jenderal Dudung dan TNI AD

“Mulai malam ini saksi Marwan Maulan tidak bisa tidur nyenyak, saya minta tolong kepada jaksa agar saudara juga ikut jadi tersangka dalam perkara ini, jangan tebang pilih ya pak jaksa,” tukas H. Sahlan Effendi.,SH.,MH di persidangan.

Dalam persidangan, majelis hakim juga mempertanyakan kepada JPU Kejari OKU Selatan selama pemeriksaan perkara. Majelis hakim tidak mengetahui siapa yang mengerjakan proyek pembangunan gedung Vertical Dryer, hingga tidak dapat termanfaatkan dengan baik oleh para petani.

Menanggapi perintah majelis hakim akan adanya calon tersangka baru dalam perkara ini, JPU Kejari OKU Selatan Patar Bob Clinton.,SH mengaku, pihak Kejari masih pembuktian pokok perkara yang di sidangkan terlebih dahulu.

“Untuk selanjutnya, apabila terungkap fakta dipersidangan beberapa nama yang disinyalir ikut terlibat dalam perkara ini, tentunya menunggu putusan majelis hakim serta petunjuk pimpinan untuk kita proses lebih lanjut,” ujar pria yang akrab disapa Bob ini saat diwawancarai sejumlah wartawan seusai sidang.

Baca Juga :  Pemkab OKU Selatan Melalui Diskominfo, Ikuti Communication Check Triwulan I GOV- CSIRT BSSN RI

Terpisah, Erwin Haris,SH, MH penasehat hukum terdakwa Asep Sudarno, mantan Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten OKU Selatan, mengaku, terhadap adanya pihak lain yang turut terlibat dalam perkara korupsi pada pembangunan perumahan pengeringan padi dan jagung (vertikal dryer) adalah kewenangan sepenuhnya pihak penyidik Kejari OKU Selatan

Menurut Erwin Haris, sah-sah saja apabila pihak penyidik Kejari OKU Selatan atas petunjuk majelis hakim menginginkan adanya tersangka lainnya dalam perkara ini.

Diakuinya, pihaknya tidak bisa menilai lebih jauh, dikarenakan kewenangan dirinya hanya sebatas pembuktian bahwa kliennya tidak bersalah dalam perkara ini.

“Kami dari kuasa hukum kewenangannya hanya sebagai membuktikan bahwa klien kami Asep Sudarno pada kenyataannya tidak satu rupiah pun menerima uang, karena dari keterangan saksi tidak bisa menunjukkan satu bukti pun klien kami menerima uang”, ujarnya. (*/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.