PWI OKU Selatan dan SMSI Sambangi Kediaman Korban Penyiraman Air Keras

oleh -

OKU Selatan Sumsel–Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten OKU Selatan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten OKU Selatan kunjungi kediaman Sutaryo, ketua LSM GMPK yang menjadi salah satu korban penyiraman air keras pada Senin (26/12) lalu sekira pukul 18.30 WIB.

Kedatangan Pengurus SMSI OKU Selatan dan PWI OKU Selatan sebagai bentuk solidaritas sesama organisasi yang berada di kabupaten OKU Selatan.

Dalam kunjungan ini, nampak hadir Ketua SMSI OKU Selatan, Sri Fitriyana.,SIP., Sekretaris SMSI OKU Selatan Suardi Idris, Sekretaris PWI OKU Selatan Risman Hadi dan pengurus PWI lainnya.

Ketua SMSI OKU Selatan, Sri Fitriyana yang juga pengurus PWI, pada kesempatan ini mengatakan turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa Sutaryo Ketua LSM GMPK yang juga Ketua ormas Kompas Ranau dan 4 orang lainnya.

Selain itu Ayik sapaan akrab Sri juga berharap agar Sutaryo dan rekan-rekan yang menjadi korban penyiraman air keras agar segera pulih kembali seperti sedia kala.

Baca Juga :  Kapolres OKU Selatan Pimpin Apel, Minta Personel Polsek Buay Pemaca Jaga Citra Polri

“Kami berharap para korban penyiraman air keras agar segera pulih, ini cobaan dan ujian, melihat kondisi Sutaryo dan rekan-rekan yang lainnya pasca kejadian itu kita harus tetap bersyukur dengan kondisi mereka saat ini”, ungkapnya Jum’at (30/12/2022).

Lebih lanjut Ayik berharap pihak kepolisian bisa segera meringkus para pelaku agar bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Semoga para pelaku bisa segera terungkap dan tertangkap”, harapnya

Sementara itu Ketua PWI OKU Selatan Rican Joe.,SH, melalui Sekretaris PWI OKU Selatan Risman Hadi menyampaikan permohonan maaf ketua PWI OKU Selatan yang belum bisa hadir pada kesempatan ini.

“Mungkin dilain kesempatan dan dalam waktu dekat, Ketua PWI bisa hadir secara langsung untuk melihat kondisi rekan-rekan”, ungkap Risman

Dikatakan Risman, kunjungan ini sebagai bentuk solidaritas sesama organisasi dan sesama rekan kerja yang ada di OKU Selatan.

Baca Juga :  Fajar Paper rayakan Idul Adha 1445 H dengan bagikan seratus hewan Kurban

“Ini sebagai bentuk rasa solidaritas sesama, kami meminta agar pelaku kekerasan yang di lakukan para pelaku segera diusut tuntas. Sesuai hukum yang berlaku”, harapnya

Sementara itu Sutaryo, mengucapkan terima kasih kepada rekan rekan-rekan yang datang ke kediamannya.

“Terimakasih kepada semua rekan-rekan
yang rela meluangkan waktu untuk melihat kondisi saya”, ucapnya

Dikatakan Aryo sapaan akrab Sutaryo peristiwa naas itu terjadi usai tim Kompas Ranau melakukan audiensi bersama Komisi III DPRD OKU Selatan di ruang rapat komisi III terkait pengelolaan destinasi objek wisata pantai bidadari, Kecamatan Banding Agung, Senin (26/12).

“Setelah audensi dengan komisi III DPRD, kami 14 orang langsung pulang ke kecamatan PB-RRT, namun sebelum pulang ke rumah, kami menyempatkan diri untuk bersantai di angkringan pakwo gebel”, jelasnya

Pada saat di angkringan itu, tambah Aryo tiba-tiba datang dua orang yang tidak dikenal mengendarai sepeda motor dan mengunakan topi serta jaket lalu tiba-tiba menyiramkan air yang diduga air keras ke arahnya dan ke-4 rekannya.

Baca Juga :  Peringati HPN 2024, SMSI OKU Selatan dan PWI Potong Tumpeng

“Begitu air itu mengenai muka saya dan rekan-rekan, kami langsung panik, karena menyadari jika yang disiramkan itu cuko para (air keras)”, terangnya

Dikatakan Aryo karena kondisi panik, rekan-rekan yang lain tidak terpikir untuk melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor tersebut.

Selanjutnya beber Aryo, ia dan 4 korban lainnya langsung dilarikan ke RS Liwa Lampung Barat untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Keesokan harinya, pada 27 Desember 2022, saya dan rekan-rekan sudah diperbolehkan pulang kerumahnya masing-masing”, terangnya

Lebih lanjut Aryo berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku penyiraman terhadapnya dan 4 personel Kompas Ranau.

“Kami sangat berharap agar para pelaku segera terungkap”, pungkasnya (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.