Peredaran Makanan Kadaluarsa Yang di Jual Belikan Berhasil Diungkap Polisi

oleh -

Porosinformasi.com – Lantaran memproduksi makanan expired (kadaluwarsa) yang dikemas ulang kembali lalu di perjual belikan ke masyarakat umum tujuh orang tersangka berinisial, N (48), M (36), D (57), J (33), A (18), N (40), dan A (40) berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat Polres Metro Bekasi, yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu M. Said Hasan, S.T.K., S.I.K., M.A

Kepala Kepolisian Resort Polres Metro Bekasi Kombespol Gidion Arif Setyawan, S.I.K,, S.H., M.Hum mengungkapkan, Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu. M. Said Hasan, S.T.K., S.I.K., M.A melaksanakan operasi kewilayahan terkait adanya informasi kegiatan barang atau makanan expired (kadaluwarsa) yang dikemas kembali, lalu di perjualbelikan lagi kepada masyarakat umum.

Baca Juga :  613 Guru Resmi di Lantik Sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja

ā€œSetelah melalui proses penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat melakukan penggerebekan di kontrakan yang beralamat di Kampung Bojong Koneng RT001/003, Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi,ā€ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setyawan Kamis (24/11/2022).

Menurutnya, dialamat tersebut didapati pelaku (N), sedang melakukan kegiatan tersebut, serta barang bukti yang ditemukan berada di TKP dengan alat-alat yang digunakan untuk mencetak kembali tanggal Expired (kadaluwarsa). Selanjutnya, juga diamankan pelaku pembeli (reseller).

Baca Juga :  Minta Kejelasan Rekrutmen PPS dan PPK, Puluhan Mahasiswa di OKU Selatan Gelar Aksi Demonstrasi

ā€œLabel tanggal produk makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa itu diketahui dihapus menggunakan cairan thiner, setelah sudah bersih dan tidak terlihat nomer tanggalnya, kemudian dicetak kembali menggunakan alat Label Matic Printing seperti kode tanggal pada umumnya, yang kemudian diperjual belikan kembali oleh seorang resseler melalui media sosial,ā€ terangnya.

Akibat perbuatanya para pelaku dikenakan Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 dan 9 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Sub Pasal 143 Jo Pasal 99 UU No.18 Tahun 2012 Tentang Pangan, dengan ancaman hukuman dalam UU Perlindungan Konsumen (Pasal 62) pelaku usaha yang melanggar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun, atau pidana denda paling banyak Rp. 2.000.000.000 (dua miliar rupiah), dan atau dalam UU Pangan setiap orang yang melanggar (Pasal 143) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun, atau denda paling banyak Rp. 4.000.000.000. (empat miliar rupiah).Ā  (Kih/Red)

Baca Juga :  Tingkatkan Sinergi Pangdam II Sriwijaya Kunjungi Polda Sumsel

No More Posts Available.

No more pages to load.