Milyaran Rupiah Digelontorkan, Tak Mampu Atasi Longsor Jalan Lintas Muaradua-Lampung 

oleh -

OKU Selatan Sumsel–Masyarakat Kabupaten OKU Selatan menyayangkan dana milyaran rupiah tak mampu atasi longsor di ruas jalan lintas Muaradua-Lampung tepatnya di Desa Simpang Sender Selatan, Kecamatan Pematang Ribu Ranau Tengah (PBRRT), kabupaten setempat. Jum’at (02/12/2022).

Sebelumnya pada Sabtu (27/11/2022) sore akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi melanda wilayah itu, mengakibatkan jalan penghubung Muaradua-Lampung kembali amblas dan hampir memakan setengah badan jalan itu.

Seperti diketahui sebelumnya penanganan longsor ruas jalan lintas Muaradua-Batas Lampung pada tahun 2021 yang lalu dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel sebesar Rp. 11.726.948.000,- yang di kerjakan oleh CV. ADI GUNA PUTRA.

Hadi salah satu warga desa Simpang Sender Selatan, Kecamatan Pematang Ribu Ranau Tengah (PBRRT) mengataka beberapa hari terakhir amblas pada badan jalan itu kembali terjadi dikarenakan tanah di bibir jalan terus bergerak dan runtuh yang mengakibatkan setengah badan jalan hilang tergerus longsor.

Baca Juga :  HUT Ke-26 Kota Bekasi, Gelar Puncak Acara Lomba Video Dokumenter Tingkat SMP Se-Kota Bekasi

“Kondisi jalan saat ini, sebagian badan jalan amblas akibat longsor yang mengakibatkan jalur transportasi Muaradua Ranau terancam terisolir”, jelas Rabu (30/11/2022).

Dikatakannya longsor yang memakan badan jalan lintas tersebut masih terus berlanjut jika tidak segera diperbaiki dan dapat menyebabkan terputusnya jalur transportasi di wilayah itu.

“Jika tidak segera diperbaiki maka jalan ini akan putus”, ungkapnya

Lebih lanjut ia mengatakan, pada tahun 2021 yang lalu Pemerintah Provinsi sempat menganggarkan perbaikan jalan tersebut dan sempat dikerjakan oleh kontraktor.

“Namun untuk hasilnya bisa dilihat sendiri, belum juga lama sudah longsor lagi”, terangnya

Ia pun sangat menyayangkan kejadian ini. Dengan anggaran miliaran rupiah seharusnya hasil pembangunannya lebih bermutu.

“Anggaran yang kami ketahui cukup besar mencapai 11 milyar namun kondisi jalan tidak sesuai dengan dana yang digelontorkan”, ujarnya

Baca Juga :  Dinas Lingkungan Hidup OKU Selatan Ajak Kepala Lingkungan Se Kecamatan Muaradua Kelola Dan Berdayakan Sampah

Hal senada juga disampaikan oleh Rozak warga desa yang sama. Ia mengatakan mengetahui jumlah anggaran yang di gelontorkan oleh Pemprov Sumsel untuk memperbaiki longsor di jalan tersebut.

“Di tahun 2021 yang lalu ada perbaikan di lokasi longsor dengan anggaran 11 milyar lebih, dengan pekerjaan pembuatan talut dan beronjong sebanyak tiga tingkat”, jelasnya

Foto: Papan proyek tahun 2021

Dikatakannya ketinggian untuk pemasangan beronjong setinggi 10 meter sementara untuk talut tingginya 10 meter dan pondasi di dalam tanah 10 meter.

“Total pekerjaan pada saat itu ada tiga macam yang masing-masing memiliki ketinggian 10 meter. Sedangkan kedalaman jurang di lokasi longsor mencapai 55 Meter”,jelas Rozak, warga desa setempat yang juga bekerja sebagai pengamanan saat pekerjaan tersebut berlangsung.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan besarnya anggaran pada tahun 2021 tersebut, pekerjaan yang selesai dikerjakan pada akhir Desember 2021 itu belum menyentuh titik longsor

Baca Juga :  Meriahkan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-59, Lapas di OKU Selatan Pamerkan Hasil Karya Warga Binaan

“Anggaran 11 milyar lebih itu belum menyentuh titik longsor yang sudah bertahun menganga sehingga kembali longsor pada beberapa Minggu terakhir ini “,terangnya

Rozak juga mengatakan pasca terjadinya longsor susulan pada Sabtu (27/11/2022) yang lalu belum ada upaya perbaikan dari Pemprov Sumsel.

“Setelah longsor hingga hari ini belum ada upaya perbaikan dari Pemprov Sumsel. Hanya ada tim dari Dinas PU Provinsi yang datang melihat kondisi jalan”, bebernya

Karena belum adanya upaya dari Pemprov Sumsel untuk mengatasi longsor tersebut, masyarakat setempat berinisiatif menimbun pinggir jalan dengan cara swadaya.

“Kami melakukan perbaikan alakadarnya dengan menimbun material di bagian pinggir jalan yang longsor. Ini hasil dari swadaya masyarakat, pengguna jalan dan di bantu pihak kepolisian”, pungkasnya. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.