Melawan Arus Tambang: Pemuda Desa Waci Pilih Bertani, Sokong Program MBG

oleh -
Pemuda Desa Waci saat bertani

HALTIM,PI.Com – Di tengah masifnya pergeseran minat tenaga kerja muda ke sektor pertambangan, sekelompok pemuda di Desa Waci, Kecamatan Maba Selatan, Halmahera Timur, justru mengambil langkah progresif. Berbekal disiplin ilmu pertanian, mereka memilih turun ke lahan untuk memperkuat kedaulatan pangan daerah melalui budidaya hortikultura.

 

Aksi nyata ini difokuskan pada penanaman komoditas strategis seperti tomat, cabai (rica), bayam, dan sawi. Langkah ini diambil bukan sekadar hobi, melainkan bentuk dedikasi profesional generasi muda dalam mengimplementasikan ilmu akademik ke dalam sektor rill.

Baca Juga :  Perdana di Kecamatan Muaradua Ribuan Pelajar Sekolah Negeri di OKU Selatan Mulai Rasakan Program MBG

 

Inisiator kelompok, M. Rifai Abbas, yang juga merupakan eks Presiden BEM Fakultas Pertanian Unkhair, menegaskan bahwa kelompoknya ingin mengambil peran penting dalam mendukung program strategis nasional maupun daerah.

 

“Kami melihat ini sebagai peluang besar. Di saat banyak generasi muda memilih pekerjaan instan di sektor tambang, kami berkomitmen menggunakan ilmu kami untuk memastikan ketersediaan pangan di Haltim tetap terjaga. Ini adalah kontribusi nyata kami untuk mendukung program Presiden RI terkait Makan Bergizi Gratis (MBG),” tegas Rifai, (07/01).

 

 

Hingga saat ini, kelompok pemuda ini bergerak secara mandiri. Mulai dari pembersihan lahan hingga pengadaan bibit dilakukan tanpa bantuan pihak manapun. Di lahan milik desa tersebut, mereka tercatat telah menanam sedikitnya 1.200 pohon tomat, 600 pohon cabai, serta ratusan benih sayuran daun yang diproyeksikan akan memasuki masa panen dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga :  Siswa di OKU Selatan Keluhkan Sayur Basi dalam Program MBG

 

Rifai berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, khususnya Dinas Pertanian, dapat memberikan perhatian pada semangat juang kelompok ini.

 

“Harapan kami, pemerintah daerah dapat memberikan ruang dan kepercayaan kepada kami. Saat ini kami masih bekerja dengan alat dan bibit seadanya. Kami sangat membutuhkan dukungan berupa Alat Mesin Pertanian (Alsintan) yang layak, ketersediaan pupuk, serta bibit unggul agar skala produksi kami bisa lebih besar dan profesional,” tambahnya.

Baca Juga :  Sehari Jelang Puasa, Warga di OKU Selatan Padati Pasar Tradisional Saka Selabung

 

Gerakan pemuda Desa Waci ini menjadi oase di tengah gempuran tren digital dan industri ekstraktif. Mereka membuktikan bahwa sektor pertanian tetap menjadi pilar fundamental yang menjanjikan jika dikelola dengan sentuhan ilmu pengetahuan dan profesionalisme.

Aksi ini tidak hanya soal menanam bibit di tanah, tetapi juga menanam harapan bagi kedaulatan pangan Halmahera Timur yang mandiri dan berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.