Ketua TP PKK Halmahera Timur Sitinur Ubaid, Perlu Kolaborasi Semua Elemen Untuk Penanganan Stunting

oleh -
Ketua TP PKK Kabupaten Halmahera Timur Ny Sitinur Ubaid

HALTIM_MALUT

Porosinfirmasi.com- Kasus Stunting di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara (Malut) di tiga tahun terakhir mulai menurun.

Berdasarkan data yang diperoleh, tahun 2020 terdapat 1.412 kasus dengan persentase 23,5%, tahun 2021 terdapat 1.252 kasus dengan persentase 24,3% dan tahun 2022 terdapat 1.074 kasus dengan persentase 17,10%.

Meskipun angka Stunting dari tahun ke tahun mengalami penurunan namun angka 1.074 kasus masih sangat tinggi sehingga membutuhkan kerja ektra keras untuk menurunkan angka Stunting tersebut.

Baca Juga :  PT Bukit Asam Dukung Penuh Gernas Tastaba Kabupaten Muara Enim

Ketua TP PKK Haltim Ny Sitinur Ubaid mengatakan, untuk dapat menurunkan angka stanting maka butuh kerja ektra dari semua pihak di mulai dari Kepala Desa, Camat, Dinas Kesehatan, KB serta para Pimpinan OPD.

“Para Camat dan Kepala Desa agar lakukan pendataan secara berkala untuk memastikan angka stanting di Desa secara akurat dan selanjutnya menjadi data pokok bagi PKK Kecamatan,” harap Duta Nyangan Faduli Stunting Halmahera Timur yang baru saja dilantik. Senin 22/08/22

Baca Juga :  Fajar Paper Bersinergi dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup, Aksi Kebersihan dan Kelestarian Kali Cikarang

Lanjut dia, Dinas Kesehatan terus melakukan intervensi Stunting dengan memaksimalkan kegiatan Posyandu.

“Begitu juga Dinas KB agar bersinergi dengan Dinas Kesehatan dalam tangka upaya penurunan Stunting melalui sosialisasi dan advokasi kepada keluarga,” ujarnya.

Bunda PAUD Halmahera Timur ini juga berharap kepada OPD terkait agar implementasi program dan kegiatan yang mengarah pada pencegahan Stunting agar selalu melibatkan PKK secara aktif.

Nur/red

No More Posts Available.

No more pages to load.