GMPK Tuding Proyek Puluhan Milyar Dinas PU-BM Provinsi Sumsel di OKU Selatan Terindikasi Sarat Korupsi

oleh -

OKU Selatan Sumsel, porosinformasi.com–Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) OKU Selatan menduga adanya budaya uang setoran atau “Upeti” dan pengkondisian rekanan pelaksana proyek yang nilainya mencapai puluhan milyar melalui Dinas PU-BM Provinsi Sumsel di beberapa ruas jalan di Kabupaten OKU Selatan tahun anggaran 2022.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPD GMPK) OKU Selatan Sutaryo meminta pihak BPK RI perwakilan Provinsi Sumsel dan Kejaksaan Tinggi Sumsel untuk lebih akurat dan teliti menelusuri ada dugaan korupsi dalam bentuk suap (fee) proyek yang secara umum disebut uang setoran.

Baca Juga :  Keluarga Korban Pembunuhan oleh Suaminya, Beberkan Fakta Sebenarnya Tentang Laporan KDRT

“Investigasi harus dilakukan secara forensik data dimulai dari proses perencanaan, penetapan harga satuan, penunjukkan rekanan penyedia barang dan jasa melalui proses lelang hingga pelaksanaan proyek” tutur Sutaryo. Sabtu (03/12/2022).

Ia mencontohkan terlihat dari proses lelang yang nyaris tanpa ada kompetisi persaingan harga dan menimbulkan harga barang dan jasa proyek menjadi tinggi atau kemahalan harga. Hal tersebut diduga adanya beban uang setoran yang dimasukan dalam nilai proyek.

Baca Juga :  Ketuk Palu.! JPN Kejari OKU Selatan Menangkan Gugatan Sengketa Pilkades

“Tender diduga dibatasi khusus yang terkondisi saja, hanya diikuti 1 sampai 2 perusahaan saja. Hal yang sangat mustahil jika tidak ada pengusaha yang berminat ikut lelang” terang Ketua LSM pimpinan Bibit Samad Rianto mantan wakil ketua KPK ini menambahkan

Pada pelaksanaanya, GMPK juga mengindikasi adanya ketidaksesuaian hasil pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, “Adanya penggunaan alat dan komposisi material serta metode kerja yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan” ujarnya

Dijelaskannya ada 4 proyek Dinas PU-BM Provinsi Sumsel di Kabupaten OKU Selatan, yakni,(1) Pemeliharaan berkala jalan Sp Martapura-Muaradua Rp 5 miliar dikerjakan CV. Pesagi Agung. (2). Proyek Rehabilitasi jalan Sp Haji-Sp Campang Rp 7 miliar dikerjakan CV Kayla Putri Asmari.

Baca Juga :  Aksi Selamatkan Nyawa di Bulan Ramadhan, Fajar Paper Gelar Donor Darah

(3). Proyek Pemeliharaan berkala jalan Muaradua-Kota batu batas Lampung Rp 5 miliar dikerjakan CV Dion Brothers (4). Proyek Pemeliharaan berkala jalan Sp Campang-Ujan Mas-Batas Bengkulu Rp 7 miliar dikerjakan CV Naratama Benhel.

“Sejak awal indikasi pengkondisian sudah kentara sekali, proses penunjukan melalui tender hanya formalitas. Hasilnya patut diduga mengandung unsur mark’up dan merugikan keuangan negara atau daerah”,tandasnya. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.