DPD PPNI OKU Selatan Resmi Dilantik, Kesejahteraan Perawat Jadi Prioritas

oleh -

OKU Selatan Sumsel–Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumsel, H Subhan.,SKM.,M.Kes, menekankan kepada jajarannya agar dapat menindaklanjuti program kerja yang telah disusun, dengan mengedepankan skala prioritas.

Hal itu disampaikan olehnya seusai melantik pengurus DPD PPNI Kabupaten OKU Selatan yang dirangkai dengan pelantikan Majelis Kehormatan Etik Keperawatan (MKEK) PPNI OKU Selatan dan Dewan Pemimpin Kecamatan (DPK) PPNI 19 Kecamatan periode 2022-2027 di ruang aula Guest house. Minggu (08/01/2023).

Dalam acara yang juga dihadiri Bupati OKU Selatan, Popo Ali, Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha., SH.,SIK.,MH, Ketua DPRD OKU Selatan, Asisten 2 dan Asisten 3 beserta undangan lainnya.

Baca Juga :  333 Pejabat Fungsional Hingga Struktural di OKU Selatan Dilantik

Kepada awak media usai acara, ia meminta agar pengurus dapat menindaklanjuti hasil Muswil dengan mengedepankan skala prioritas.

“Usai dilantik pengurus diharapkan dapat memprioritaskan program kerja yang telah diamanahkan pada Muswil”,jelasnya

Diantara program kerja yang perlu diprioritaskan, menurut Subhan, yakni memperjuangkan perawat yang masih berstatus tenaga kontrak atau honorer untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2023 dan 2024.

“Kesejahteraan para perawat itu perlu di perjuangkan dan ini menjadi program prioritas PPNI”, tegasnya

Untuk mewujudkan harapan itu, ia mengharapkan dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel maupun Pemerintah Kabupaten OKU Selatan.

Baca Juga :  Peringati HPN 2024, Bupati Heri Amalindo Selain Beri Penghargaan

Sementara itu Ketua DPW PPNI Kabupaten OKU Selatan, Hj. Meliasari.,S.kep.,MM, mengatakan jumlah perawat di kabupaten OKU Selatan mencapai lebih kurang 300 orang dan PPNI merupakan organisasi profesi kesehatan terbesar kedua setelah IBI.

“Dari 300 lebih perawat yang tergabung dalam PPNI, baru 42 orang yang lulus menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2023”, jelasnya

Dikatakan Mei, jumlah tersebut berdasarkan kuota formasi yang tersedia di kabupaten OKU Selatan dan sisanya masih status honor.

“Kami meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten agar nanti di tahun 2024 perawat bisa menjadi prioritas dengan meningkatkan jumlah formasi untuk diangkat menjadi tenaga PPPK melalui jalur afirmatif,” pintanya.

Baca Juga :  Sambut Pemilu 2024, Anggota PPS Se - Kota Bekasi Resmi Dilantik

Sementara Bupati OKU Selatan, Popo Ali, menanggapi hal tersebut mengatakan pihaknya mendukung penuh program PPNI Kabupaten OKU Selatan terkhusus dalam memperjuangkan status perawat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di tahun 2024.

“Apa lagi mengingat perawat sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Kedepannya pemerintah akan memprioritaskan kesejahteraan perawat sebagai mitra dalam memberikan layanan kesehatan”, ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, terkait dengan jumlah formasi PPPK untuk perawat Pemerintah Daerah kabupaten OKU Selatan melalui BKPSDM bersama Dinas Kesehatan dan PPNI akan berupaya untuk meningkatkan kuota formasi Perawat.

“Mengingat perawat sama pentingnya dengan guru”, pungkasnya. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.