OKU Selatan, Sumsel–Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Penutupan ini dilakukan buntut dari dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) serta indikasi mark up anggaran.
Langkah ini merupakan bagian dari penertiban BGN terhadap sejumlah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah yang dinilai bermasalah.
Koordinator Lapangan SPPG OKU Selatan, Hafiz, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, membenarkan penutupan sementara tersebut.
āYa benar, saat ini dapur MBG Desa Rantau Panjang ditutup sementara. Untuk penyebabnya, kami belum bisa memastikan karena saat ini masih dijalan menuhi panggilan pihak BGN,ā ujarnya singkat.
Kepala SPPG Rantau Panjang, Muhammad Defri, juga mengonfirmasi hal yang sama. Ia menyebutkan belum dapat memberikan penjelasan detail terkait penyebab penutupan.
āUntuk saat ini saya belum bisa berkomentar banyak, mengingat baru terjadi pergantian kepala. Mungkin kepala SPPG sebelumnya lebih memahami penyebab dapur ditutup sementara,ā jelasnya.
Hal senada disampaikan Iin, selaku mitra pengelola dapur MBG Rantau Panjang. Ia menyatakan dapur yang dikelolanya memang tidak beroperasi sementara waktu.
āBenar, tutup sementara waktu karena kendala listrik dan AC. Untuk informasi dugaan mark up anggaran, itu tidak benar dan merupakan fitnah,ā tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKU Selatan, dr. Meri Astuti, menyayangkan adanya penutupan sementara dapur MBG tersebut. Ia menjelaskan bahwa Dinkes secara rutin melakukan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) serta memberikan edukasi kepada pengelola dapur.
āKami juga sudah berulang kali mengingatkan agar dapur memenuhi standar dapur sehat, termasuk memastikan lokasinya tidak berdekatan dengan area peternakan,ā tandasnya. (Red)






