
HALMAHERA TIMUR – Upaya pencarian terhadap Jekson Samura (50), seorang nelayan asal Desa Lahu, Kepulauan Talaud, yang hilang di perairan Pulau Jiew, Kabupaten Halmahera Tengah, terus diintensifkan. Memasuki hari kedua operasi SAR, Kamis (19/2/2026), tim gabungan memperluas cakupan pencarian hingga ke perairan Halmahera Timur.
Kronologi Kejadian
Insiden nahas tersebut bermula pada Minggu malam (15/2) sekitar pukul 21.00 WIT. Korban bersama rekannya, Siringer Manambing, tengah dalam perjalanan pulang menuju Desa Pitu usai memancing di Pulau Sail. Korban diduga terjatuh ke laut di bagian buritan long boat saat hendak buang air kecil.
“Pelapor yang sedang mengemudi baru menyadari korban hilang sekitar lima menit setelah kejadian. Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan selama tiga jam di lokasi namun nihil, hingga akhirnya dilaporkan ke Kantor SAR Ternate untuk bantuan pencarian,” tulis laporan resmi operasional SAR.
Sinergi Lintas Unsur dan Strategi Operasi
Operasi SAR hari kedua ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur, mulai dari Unit Siaga SAR (USS) Haltim, Brimobda Kompi 3 Haltim, Pos AL, Pos Polairud, hingga BPBD Halmahera Timur.
Sekretaris BPBD Kabupaten Halmahera Timur, Aziz Djumati, menjelaskan bahwa pendampingan operasional ini merupakan tindak lanjut instruksi pimpinan atas rekomendasi teknis Basarnas. Mengingat lokasi kejadian berbatasan langsung dengan wilayah Halmahera Timur, area pencarian pun turut diperlebar.
Terkait kendala teknis di lapangan, Aziz mengungkapkan adanya penyesuaian strategi karena kapasitas armada.
“Mengingat kapasitas armada milik Polair Buli yang terbatas untuk enam personel, kami menerapkan sistem pergantian personel (shift). Setiap instansi mengirimkan perwakilan secara bergiliran untuk melakukan penyisiran, sementara personel lainnya tetap bersiaga di Posko Polair Buli untuk koordinasi,” jelas Aziz.
Hasil Evaluasi Hari Kedua
Tim SAR Gabungan mulai bertolak menuju Search Area pada pukul 08.00 WIT dengan fokus koordinat duga di sekitar Pulau Jiew. Meski kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan kecepatan angin 2-3 knots dan ketinggian gelombang antara 1,2 hingga 1,4 meter, pencarian yang berlangsung hingga sore hari tersebut belum membuahkan hasil.
“Penyisiran intensif dilakukan sejak pukul 11.20 WIT hingga pukul 15.15 WIT dengan hasil masih nihil. Tim kemudian ditarik kembali ke Posko di Desa Buli untuk pelaksanaan debriefing serta evaluasi,” tambah Aziz.
Operasi SAR hari kedua resmi ditutup pada pukul 18.21 WIT. Berdasarkan hasil evaluasi, pencarian hari ketiga akan kembali dilanjutkan pada Jumat (20/2) esok hari mulai pukul 07.30 WIT.
Imbauan Masyarakat
Hingga saat ini, status korban masih dinyatakan hilang. Pihak otoritas mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan yang melintas di sekitar perairan Halmahera Tengah dan Halmahera Timur, agar segera melaporkan ke posko terdekat jika menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban.







