Alat EPIRB Belum Ditemukan, BBPD Haltim dan Basarnas Malut Keluarkan Himbauan Kepada Masyarakat Kota Maba

oleh -

HALTIM_MALUT

Porosinformasi.com_ Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Timur Bersama Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (BASARNAS) Provinsi Maluku Utara Melakukan Pencarian Alat Emergency Position-Indicating Radio Beacon (EPIRB) Jumat 19/08/22

Pencarian yang dilakukan mulai pukul 18.05 wit – Pukul 22.20wit mengunakan alat pendeteksi signal marabahaya Direction Finder (DF) milik BASARNAS Malut belum juga membuahkan hasil

ALAT EMERGENCY POSITON-INDICATING RADIO BEACON (EPIRB)

Dijelaskan salah satu petugas Basarnas Malut A.Za’dam Alat Emergency Position-Indicating Radio Beacon (EPIRB) adalah alat navigasi yang harus dipasang di kapal sesuai dengan aturan yang berlaku dari sebuah lembaga atau badan klasifikasi sehingga memiliki ID “tercatat Pemancar yang sedang aktif di dataran Haltim merupakan EPIRB dari nomor registrasi kapal Jepang yang sudah di jual ke orang Indonesia” ucapnya

Baca Juga :  Reuni Akbar Alumni Unbara Anugerahi Penghargaan Tokoh Peduli Pendidikan

Za’dam mengatakan Fungsi EPIRB Sistem deteksi dini merupakan lokal user terminal (LUT) dapat memproses sinyal marabahaya dari radio beacon yang terdeteksi oleh cospas-sarsat yang bertujuan memberikan informasi distress alert dan memebrikan data lokasi darurat / bahaya pada kapal

“Ketika aktif EPIRB memancarkan sinyal ke satelit, Sinyal diolah dan menghasilkan informasi data dan posisi lintang bujur kapal ” Alat ini kalau di Pesawat Terbang adalah Underwater Locator Beacon (ULB) yang ada pada Kotak Hitam (Black Box)” tuturnya

Baca Juga :  BPBD Haltim Investigasi Pascabencana Siklon Tropis

Terpisah Abubakar A Radjak sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Haltim menuturkan Hampir 5 jam Pencarian Alat EPIRB hingga saat ini belum di temukan, “kami masih belum dapat mengidentifikasi siapa yang dengan sengaja mengaktifkan alat ini.

“Ketika diaktifkan dapat perpengaruh besar karena alat ini akan terus memancarkan signal Distrees Alert/ tanda marabahaya ke satelit bahkan mengganggu beberapa radar di negara-negara terdekat” kata Abubakar

Ditambahkannya Basarnas Malut dan BPBD menghimbau kepada Seluruh Masyarakat Halmahera Timur Jika ada yang melihat alat berdimensi 6,5 cm x 6,5 cm x 28 cm. Bentuknya seperti gelas yang berisi baterai dan transmitter, tutup bening untuk switch on/off, ditambah tinggi antena radio 26,5 cm terbuat dari plastik tebal berwarnya oranye diharapkan untuk segera mematikan atau menyerahkan ke kantor BPBD Haltim,Kantor Polsek Maba Selatan dan kantor desa sekitar. Tandasnya

Baca Juga :  Polri Akan Gelar Operasi Mantap Brata Amankan Pemilu 2024, Cooling System Jadi Salah Satu Strategi

Nur/Red

No More Posts Available.

No more pages to load.