Aksi Demo Wasile Selatan, PT IWIP Diminta Penjelasan Terkait Penambangan

oleh -
Aksi Demo Front Masyarakat Adat Peduli Pendidikan Wasile Selatan

HALMAHERA TIMUR

Porosinfodmasi.com _ Front Masyarakat Adat Peduli Pendidikan Wasile Selatan mengelar aksi unjuk rasa di jalan lintas Halmahera Timur. Selasa 20/09/22

Aksi digelar terkait permasalahan tanah bangunan sekolah Dasar Inpres Desa Saolat dan Tata batas hutan  antar Desa yang masih bermasalah.

Koordinator Aksi Koyanus Loto saat dikonfirmasi mngatakan terkait dengan permasalahan sengketa Tanah Bangunan Sekolah dan Tata Batas antar Desa Saolat dan Desa Minamen Kecamatan Wasile Selatan tidak bisa diselesaikan mulai dari Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan.

“Jadi persoalan Tanah yang dibangun sekolah SD Inpres Saolat masih bermasalah dengan beberapa versi isu kepemilikan Tanah sehingga harus dilakukan pembebasan Lahan. Hal ini menyebabkan aktivitas proses belajar-mengajar sering terhenti bahkan tidak ada proses belajar mengajar selama 2 bulan. jika ditinjau kembali persoalan tersebut sudah cukup lama upaya Pemerintah Desa dan BPD membangun komunikasi dengan Pemerintah Daerah terkait persoalan tersebut,” turunnya via telepon

Baca Juga :  Suling DitBimas Polda Meto Jaya untuk Berbagi dengan Hamba Allah

Saat ini kata dia, terkait dengan persoalan kepemilikan Tanah SD Inpres Saolat itu kita suda lakukan kesepakatan antara dinas Pendidikan, Pihak sekolah serta Pemilik tanah untuk diselesaikan dalam waktu dekat.

“Tadi dalam aksi tersebut kita suda lakukan kesepakatan bersama dengan dinas pendidikan Haltim untuk menyelesaikan Persoalan Kepemilikan Tanah bangunan sekolah SD Inpres Saolat,” Ujaranya.

Kemudian Persoalan yang sangat penting kata dia, Tata Batas Hutan antar Desa yang masih bermasalah yakni, perbatasan Desa Saolat- Minamen dengan desa tetangga yang wajib untuk diselesaikan.

Baca Juga :  Kepala Dinas Pariwisata OKU Selatan Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Seminung

“Jangan sampai hal tersebut menimbulkan konflik sosial akibat ada permainan dari pihak ketiga yang merugikan tali persaudaraan yang sudah cukup lama dibina, kemudian juga pihak menagemen PT. IWIP wajib memberikan penjelasan terkait kegiatan penambangan di wilayah wasile selatan dengan meniadakan serta Menginjak Hak-hak Masyarakat Adat Dua Desa bahkan Desa Tetangga lainnya yang ada di wilayah wasile selatan,” tandasnya.

Dikatakannya PT. Iwip telah melakukan Ekspansi yang telah masuk ke wilayah wasile selatan yakni di Desa Saolat dan Desa Minamen sehingga dalam waktu 2 hari kedepan menagemen PT. Iwip harus bertemu dengan masyarakat dua desa tersebut yang Ekspansi wilayah PT. Iwip telah masuk kedua wilayah tersebut.

“Dua hari kedepan apabila tidak ada sikap dari PT. Iwip untuk berhadapan langsung dengan masyarakat dalam hal menyelesaikan Persoalan wilayah tersebut maka akan ada aksi-aksi selanjutnya yang tidak bisa dibendung,”

Baca Juga :  Kapolsek Setu bersama UPTD 3 Kabupaten Bekasi Tinjau Lokasi Sampah yang Longsor menutup akses jalan warga

kepada PT.IWIP STOP Melakukan Pembebasan Lahan atau pemberian Taliasi di atas Tanah yang status Tanahnya belum jelas, dengan tidak mengacu pada wilayah Desa masing-masing. Tegasnya

Sementra itu Camat Wasile selatan Zainudin Assor saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan dirinya sudah menerima surat tuntutan masa aksi namun hingga saat ini belum mengetahui aksi tersebut karena sedang berada diluar daerah.

“Saat ini saya masih menunggu informasi selanjutnya dari staf terkait dengan aksi tersebut yang menyangkut dengan aksi pemalangan Sekolah Desa Saolat dan masalah batas wilayah antara Desa,” singkatnya.

Nur/red

No More Posts Available.

No more pages to load.